Budidaya Jamur Merang Mudah dan Praktis

5 min read

Budidaya Jamur Merang – Jamur atau cendawan adalah sebuah tanaman dengan bentuk seperti sebuah payung dan bagian bawahnya berbentuk bilah yang berfungsi sebagai organ reproduksi untuk menghasilkan spora.

Jamur disebut sebagai organisme heterotrof dikarenanakan tumbuhan ini tidak dapat bersintesis sendiri seperti tumbuhan hijau lainnya. Akibatn tidak adanya klorofil dalam selnya, sehingga kelangsungan hidupnya bergantung pada organisme lain.

Ada beberapa jenis jamur yang dapat dikonsumsi dan dari setiap jenis jamur tersebut mempunyai kelebihan dan karakter masing-masing. Mulai dari jenis jamur berkhasiat sebagai obat dan ada juga yang dapat dinikmati sebagai bahan makanan sehari-hari.

Di Indonesia ada beberapa jamur yang sudah bisa dibudidayakan oleh petani jamur semenjak beberapa tahun yang lalu dan mulai digemari untuk dikonsumsi. Berikut ini adalah beberapa jenis jamur yang bisa dibudidayakan :

Jamur Tiram

Jamur Tiram
Source : Daquagrotechno.org

Jamur Tiram (Pleorotus ostreatus) dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Jamur Tiram Florida dan Jamur Tiram Ostern, Kedua jenis jamur tersebut bisa dibedakan dari bentuk fisiknya.

Jamur tiram ostern memiliki ciri-ciri fisik lebih tebal, kesat, memiliki kandungan air yang lebih sedikit, dan lebih tahan lama.

Sementara Jamur Florida warnanya lebih putih, kontinuitas panennya lebih tinggi, dan bobot jamur ini terbilang lebih berat sehingga menguntungkan petani dan penjual.

Jamur Merang

Jamur Merang
Source : Artikel.co

Jamur Merang (Volvariella volvacea) adalah salah satu spesies jamur pangan yang banyak dibudidayakan di Asia Timur dan Asia Tenggara yang memiliki iklim tropis atau subtropis. Nama dari jamur merang berasal dari bahasa Tionghoa.

Pada artikel kali ini yang akan kita bahas adalah bagaimana cara budidaya jamur merang lengkap dan juga praktis.

Jamur Shitake

Jamur Shitake
Source : Sahabatdapur.com

Jamur Shitake (Lentinula edodes) biasanya tumbuh di permukaan batang kayu yang melapuk dari pohon.

Batang dari tubuh buah seringnya berbentuk melengkung, karena biasanya jamur shitake tumbuh menghadap ke atas dari permukaan batang kayu yang diberdirikan.

Payungnya terbuka lebar, memiliki warna coklat tua dengan rambut-rambut halus di bagian atas permukaan payung, sedangkan bagian bawah payung berwarna putih.

Disamping itu, usaha budidaya jamur juga merupakan usaha yang terbilang cukup singkat. Sehingga proses perputaran modalnya terbilang cukup cepat, hal ini membuat usaha jamur bisa berkembang dengan cukup pesa jika di tekuni dengan serius.

Cara Praktis Budidaya Jamur Merang

Jamur Merang
Source : Ninggar12.wordpress.com

Sebelum memulai pembahasan tentang budidaya jamur merang saya akan sedikit memberikan tentang Jamur merang.

Jamur Merang (Volvariella volvacea) adalah salah satu dari jenis-jenis jamur yang banyak dibudidayakan oleh petani di dataran rendah.

Jamur merang bisa tumbuh pada media sejenis limbah, terlebih limbah pertanian. Tidak hanya pada kompos merang, jamur merang juga bisa tumbuh pada media kompos yang lainnya.

Kandungan protein jamur merang lebih tinggi dibandingkan sayuran lain. Jamur merang memiliki kandungan riboflavin, tiamin, asam nikotin, kalsium serta fosfor yang terbilang cukup tinggi, sedangkan dari segi kesehatan kandungan kalori serta kolesterolnya rendah hingga bisa berperan juga sebagai makanan pelangsing.

Pembuatan Rumah Untuk Jamur (Kumbung)

Kumbung untuk Jamur Merang
Source : Lintangagrofarm.blogspot.com

Kumbung bisa di buat dari rangka besi dengan dinding plastik, rangka bambu dinding dengan atap plastik, rangka bambu dinding daun nipah dengan atap plastik, atau bisa juga bangunan batu permanen, ukuran kumbung yang ideal ialah 6 m x 4 m dengan tinggi 2, 5 m.

Pada dataran medium untuk menjaga agar suhu kumbung tetap panas, dinding kumbung dilapis dengan sterofoam.

Kumbung dibagi dalam dua baris rak bedengan dari kawat atau bisa juga bambu, dengan rangka besi/ bambu /kayu. Tiap barisnya dibagi menjadi 3-5 tingkat rak bedengan.

Kumbung dilengkapi dengan jendela atau bisa juga electrick blower untuk aliran udara, lampu (50 foot candle) yang bisa dipindah-pindah atau mungkin dicabut apabila sedang dikerjakan pasteurisasi dan dipasang waktu pembentukan badan buah.

Lampu TL daylight (neon) 60 watt berjumlah dua buah dan dua buah pemanas (heater) untuk dipakai melindungi suhu ruang 32oC Β±2oC.

Fermentasi Untuk Media Tumbuh Jamur Merang

Media Jamur Merang
Source : Jamurtirambanten.blogspot.com

 

Media tumbuh yang biasanya digunakan memiliki kombinasi antara limbah kapas serta jerami dengan perbandingan 2 : 1 atau 1 : 1, dan 3 sampai 4% kapur pertanian.

Bahan-bahan ini dicampur sama rata, dan di direndam selama 2-3 jam atau jika memungkinkan 24 jam, lalu diperas dan ditumpukkan pada ruang dengan berlantai/semen, membuat timbunan dengan ukuran 1, 5Γ—1, 5Γ—1, 5 m3. Setelah itu timbunan ditutup dengan selubung plastik dan dilewatkan alami fermentasi sepanjang 2-4 hari.

Jika hanya memakai kompos jerami untuk media tumbuh, jerami itu di rendam dan di beri kapur pertanian 1% dan Urea 1%, lalu difermentasi selama 6 hari. Tiap hari timbunan jerami harus di balik.

Sebelum ditempatkan di dalam rak-rak bedengan, kompos jerami ditambah dedak 10%, superfosfat 1% dan kapur pertanian 1%. Kompos jerami bisa digunakan melalui cara di beri susunan kapas atau mungkin eceng gondok kering yang telah di rendam dan difermentasi pada saat membuat susunan media tumbuh dalam rak-rak bedengan.

Pembangkit Uap

Pembangkit uap dapat dikerjakan dengan menggunakan 2 buah tangki (200L) yang disambung dengan pipa bambu dan paralon ke kumbung. Tangki diisi dengan air, dan ditempatkan dengan cara dibaringkan di atas tungku diluar kumbung, lalu disambung dengan pipa bambu (yang menempel pada tangki) dan pipa paralon yang tidak tipis ke kumbung.

Didalam kumbung, pipa ini berlubang-lubang untuk mengeluarkan uap air panas yang datang dari air dalam tangki yang dididihkan. Ukuran pipa paralon yaitu 2-3 cm. Pipa paralon ditempatkan diatas lantai kumbung ditengah-tengah ruang, serta tiap-tiap meternya di beri lubang 8 buah untuk keluarkan uap panas.

Pengisian Media serta Pasteurisasi Jamur Merang

Pasteurisasi Jamur Merang
Source : Youtube

 

Sesudah fermentasi media selama 2-4 hari, bahan kompos dimasukkan ke bagian rak-rak bedengan setinggi 15-20 cm. Setelah itu uap panas dimasukkan ke kumbung melalui pipa agar temperatur 70oC selama 2-4 jam.

Sesudah pasteurisasi, biarkan udara-udara segar untuk masuk hingga temperatur turun sampai meraih 30-50oC. Memerlukan waktu Β± 24 jam agar temperaturnya turun.

Sesudah temperatur turun menjadi 30-35oC selama 8-12 jam lalu bedengan dalam rak-rak siap untuk ditanami bibit. Bibit yang diperlukan 1-6% dari berat basah media, bergantung pada strain bibit.

Bibit yang dipakai terlebih dulu dipisahkan hingga tidak berbentuk gumpalan lagi. Sebarkan pada semua permukaan kompos. Untuk rak bedengan dengan panjang 3 meter dan lebar 1 meter membutuhkan 4-6 botol bibit berkapasitas 500 ml.

Setelah bibit ditempatkan, tutup jendela dan pintu selama 3 hari. Upayakan sebisa mungkin agar temperatur dalam ruang tidak berubah, agar memberikan peluang miselium tumbuh dan berpenetrasi ke semua kompos media tumbuh.

Besar temperatur sangat bergantung pada strain jamur yang dipakai. Biasanya jamur yang ada di Indonesia tumbuh dengan baik pada temperatur 30-35oC. Selubung plastik bisa dipakai untuk menambah temperatur.

Delapan hari sesudah bibit ditempatkan, upayakan supaya sinar masuk ke kumbung untuk mempercepat pembentukan primodia jamur. Selekasnya sesudah primodia terbentuk, aliran hawa fresh amat dibutuhkan untuk mempercepat perubahan badan buah jamur.

Pengairan serta Penyiraman Jamur Merang

Pengairan serta Penyiraman
Source : Greenchallenge.info

 

Semprotkan air dengan sprayer pada permukaan rack bedengan. Campur Urea pada air yang disemprotkan (2-3 sendok makan Urea dalam 20 liter air), serta penyemprotan dikerjakan apabila bedengan kering.

Proses Pemeliharaan Jamur Merang

Pemeliharaan yang dibutuhkan yaitu melindungi suhu dan kelembapan. Upayakan agar suhu bisa meraih 30-35oC, sedangkan kelembapan sekitar 80-90%. Selainnya jamur-jamur liar, terlebih type Coprinus harus dibuang.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Pengedalian OPT dikerjakan dengan cara preventif yaitu menjaga kebersihan kumbung dengan beberapa langkah sebagai berikut :

  • Hawa masuk serta keluar sebaiknya tersaring.
  • Pakai keset (foam) yang tiap hari dibasahi dengan 2% karbol atau mungkin 2% kloroks.
  • Bersihkan kumbung dari kotoran atau mungkin sisa-sisa merang. Sterilkan dengan cara menyemprotkan larutan formalin 2%.
  • Membersihkan tangan serta kaki dan memakai baju bersih.
  • Jangan terlalu sering keluar masuk kumbung.
  • Buang kompos atau mungkin bibit yang sudah jatuh ke tanah, kotoran, media tercemar, serta Coprinus dalam kantung tertutup.
  • Segera petik jamur yang payungnya telah berkembang, serta letakkan di keranjang yang bersih dan disimpan ditempat tertutup.
  • Cermati kebersihan waktu menyiram, bersihkan jamur dari gulma.

Panen dan Pasca Panen Jamur Merang

Jamur pertama bisa dilihat dalam kurun waktu 15–25 hari setelah bibit ditempatkan. Jamur merang tidak boleh dibiarkan hingga mencapai ukuran maksimumnya, namun harus dipanen sebelum atau tepat setelah selaput sobek.

Waktu panen, jamur diangkat serta dipelintir dengan hati-hati agar jamur yang tumbuh di sekitarnya tidak rusak. Panen dilakukan selama 20–30 hari, dengan interval dua hari sekali.

Produktivitas jamur dinyatakan dalam nilai BER, yaitu persentase keseluruhan produksi pada berat media substrat. Nilai BER jamur merang dapat meraih hingga 29, 54%, artinya keseluruhan produksi jamur yaitu 13, 5 kg untuk tiap 45, 7 kg jerami kering.

Waktu simpan jamur merang sangat singkat. Langkah untuk memperpanjang daya simpan yaitu sebagai berikut :

  1. Dibungkus dengan kain batis (cheese cloth) lalu disimpan dalam refrigerator pada suhu 15Β°C.
  2. Dikemas dalam styrofoam chest dengan letakkan es pada basic styrofoam.
  3. Dikemas dalam wadah datar yang dialasi daun pisang.
  4. Tak hanya dikonsumsi fresh jamur pun bisa di proses jadi bentuk kering, kalengan, asinan serta pasta.

Demikianlah sedikit pembahasan cara praktis budidaya jamur merang. Semoga dapat memberikan sedikit gambaran agar pembaca tidak terlalu bingung ketika ingin menanam jamur merang secara mandiri.

Jangan lupa untuk share artikel ini agar dapat dibaca banyak orang, hitung-hitung bisa menambah ilmu kita dan juga bisa saling berbagi pengalaman hidup kita, sampai jumpa di artikel berikutnya!!! seee yaaaaa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *