Perbedaan BPUPKI dan PPKI (Lengkap)

3 min read

Perbedaan BPUPKI dan PPKI – Selama persiapan kemerdekaan Indonesia, ada 2 badan yang dibentuk oleh jepang dan berfungsi untuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan bagi tata kelola negara Indonesia yang baru lahir. Kedua badan tersebut adalah BPUPKI dan PPKI.

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), sebuah badan yang dibentuk Jepang untuk mempersiapkan hal-hal penting yang menyangkut tata kelola negara Indonesia yang akan terbentuk.

Sementara Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), sebuah badan yang melanjutkan hasil kerja BPUPKI dan mempersiapkan pemindahan kekuasaan dari pihak Jepang kepada bangsa Indonesia setelah BPUPKI dibubarkan.

Awal mulan sebelum dibentuknya PPKI sudah ada BPUPKI yang mana kurang lebih memiliki tujuan yang sama.

Akan tetapi karena dalam proses pembentukannya kurang matang, maka BPUPKI tersebut berhasil di bubarkan oleh Jepang sehingga pada saat itu juga BPUPKI diganti dengan PPKI.

Perbedaan Pembentukan

Perbedaan BPUPKI dan PPKI utamanya dapat dilihat dari tanggal dan alasan dibentuknya kedua badan ini. Kedua badan ini memiliki alasan masing-masing akan tetapi masih memiliki tujuan yang sama.

1. Waktu Dibentuknya

Pembentukan BPUPKI

BPUPKI dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945, tepat ketika Jepang mulai menyadari bahwa kondisinya sudah terpojok dan semakin kritis setelah sekutu membom kota Saipan.

Pembentukan PPKI

PPKI dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945, bertepatan setelah kota Hirosima dan Nagasaki sebagai kota pusat perekonomian Jepang dibom oleh sekutu.

2. Latar Belakang Pembentukan

Latar Belakang Pembentukan BPUPKI

Adapun latar belakang dibentuknya BPUPKI secara formal, termuat dalam Maklumat Gunseikan nomor 23 tanggal 29 Mei 1945, dilihat dari latar belakang keluarnya Maklumat No. 23 ini adalah karena kedudukan Facisme (kekuasaan) Jepang yang sudah sangat terancam.

Maka sebenarnya, kebijaksanaan Pemerintah Jepang dengan membentuk BPUPKI bukan merupakan kebaikan hati yang murni.

Tetapi Jepang hanya ingin mementingkan dirinya sendiri, yaitu :

  • Jepang ingin mempertahankan sisa-sisa kekuatannya dengan cara memikat hati rakyat Indonesia.
  • Untuk melaksanakan politik kolonialnya.

Latar Belakang Pembentukan PPKI

Pada Agustus 1945, posisi Jepang semakin rawan dan terancam oleh kekuatan Sekutu.

Pada tanggal 7 Agustus 1945, atas persetujuan Komando Tertinggi Jepang untuk Asia Tenggara yang berkedudukan di Saigon, telah dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Iinkai.

Perbedaan Tugas dan Hasil Kerja

Perbedaan BPUPKI dan PPKI juga bisa dilihat dari tugas dan hasil kerja keduanya.

1. Tugas dan Hasil Kerja BPUPKI

Tugas BPUPKI adalah mempelajari dan menyelidiki hal yang berkaitan dengan berbagai hal yang menyangkut negara Indonesia serta mmepersiapkan berbagai hal yang di butuhkan untuk persiapan kemerdekaan Indonesia.

berikut adalah beberapa tugas BPUPKI berdasarkan sidang yaitu :

  • Membahas dan menyusun Dasar Negara Indonesia.
  • Setelah sidang pertama, tugas BPUPKI adalah membentuk reses dalam waktu satu bulan.
  • Membentuk panitia kecil atau panitia sembilan yang mempunyai tugas untuk menampung saran-saran serta konsep dasar negara dari para anggota.
  • Membantu panitia sembilan dan juga panitia kecil.
  • Panitia sembilan membuat Jakarta Charter atau dalam bahasa Indonesia adalah Piagam Jakarta.

Sidang pertama dan kedua BPUPKI akhirnya melahirkan Piagam Jakarta. Lahirnya Piagam Jakarta ini tidak lepas dari para pemikir yang ada dalam BPUPKI.

Orang-orang yang berperan dalam pembentukan falsafah bangsa adalah Soekarno, Moh. Hatta, Moh. Yamin, A.A Maramis, Wachid Hasyim, Abdulkahar Muzakir, Agus Salim, dan Abikusno Cokrosuyoso yang merupakan anggota dari panitia kecil yang akhirnya berhasil merumuskan Piagam Jakarta.

2. Tugas dan Hasil Kerja PPKI

Tugas utama PPKI adalah melanjutkan kerja BPUPKI serta mempersiapkan pemindahan kekuasaan atas Indonesia dari pihak Jepang ke bangsa Indonesia.

Untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Tugas ini bisa dijabarkan menjadi beberapa poin berikut ini :

  • Mengesahkan UUD 1945.
  • Memilih serta mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden Indonesia dan Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presidennya.
  • Membentuk Komite Nasional yang memiliki tugas untuk membantu Presiden dan Wakil Presiden sebelum terbentuknya DPR dan MPR.

Hasil kerja PPKI yang utama adalah mensyahkan atau meresmikan Undang-Undang Dasar yang telah dibuat BPUPKI.

Perbedaan keanggotaan

Perbedaan BPUPKI dan PPKI juga bisa dilihat dari keanggotaannya, dikarenakan alasan dibentuknya juga berbeda namun masih memiliki tujuan yang sama.

1. Anggota BPUPKI

BPUPKI memiliki 67 anggota, 60 di antaranya adalah tokoh utama pergerakan nasional sementara 7 lainnya adalah orang Jepang. BPUPKI diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Pada waktu itu susunan BPUPKI adalah sebagai berikut :

  1. Ketua (kaicoo) : Dr. K.R.T Radjiman Wediodiningrat.
  2. Ketua Muda (Fuku Kaico): Hibangse Yosio (Orang Jepang).
  3. Ketua Muda (Fuku kaico) : R. P. Soeroso ( Merangkap Kepala)

Sementara BPUPKI sendiri memiliki anggota 60 orang, sebagai berikut :

  1. Ir. Soekarno
  2. Mr. Muhammad Yamin
  3. Dr. R. Kusumah Atmaja
  4. R.Abdulrahim Pratalykrama
  5. R. Aris
  6. K. H. Dewantara
  7. K.Bagus H.Hadikusuma
  8. M.P.H. Bintoro
  9. Β A.K. Moezakir
  10. B.P.H. Poerbojo
  11. R.A.A. Wiranatakoesoema
  12. Ir.R. Asharsoetedjo Moenandar
  13. Oeij Tjiang Tjoei
  14. Drs. Moh. Hatta
  15. Oey Tjong Hauw
  16. H. Agus Salim
  17. M.Soetardjo kartohadikusumo
  18. R.M.Margono Djojohadikusumo
  19. K.H. Abdul Halim
  20. K.H. Masjkoer
  21. R. Soedirman
  22. Prof. Dr. P.A.H. Djayadiningrat
  23. Prof. Dr. Soepomo
  24. Prof. Ir. Roeseno
  25. Mr. R.P. Singgih
  26. Mr.Ny. Maria Ulfah Santoso
  27. R.M.T. A. Soejo
  28. R. Ruslan Wongsokusumo
  29. R. Soesanto tirtoprodjo
  30. Ny. R.S.S. Soemario
  31. Dr. R. Boentaran Martoatmodjo
  32. Liem Koen Hian
  33. Mr. J. Latuharhary
  34. Mr. R. Hindromartono
  35. R. Soekardjo Wirjopranoto
  36. Hadji Ah. Sanoesi
  37. A.M. dasaat
  38. Mr. Tan Eng Hoa
  39. Ir.R.M.P. soerachman
  40. R.A.A. Soemitro Kolopaking Tjokroadisurjo
  41. K.R.M.T.H. Woeryaningrat
  42. Mr. A. Soebardjo
  43. Prof. Dr. R. Djenal Asiki Widjayakoesoema
  44. Abikoesno
  45. Parada Harapan
  46. Mr. R.M. Sartono
  47. K.H.M. Mansoer
  48. K.R.M.A. sosrodiningrat
  49. Mr. Soewandi
  50. K.H.A. Wachid Hasyim
  51. P. F. Dahler
  52. Dr. Soekiman
  53. Mr. K.R.M.T. Wongsonegoro
  54. R. Oto Iskandar Dinata
  55. A. Baswedan
  56. Abdul Kadir
  57. Dr. Samsi
  58. Mr. A.A. Maramis
  59. Mr. Samsoedin
  60. Mr. R.Sastromoeljono

7 Anggota dari jepang tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Matuura matukiyo.
  2. Moyano syoozoo.
  3. Tanaka minoru.
  4. Tokonami tokuzi.I
  5. tagaki masumitu.
  6. Masuda toyohiko.
  7. Idee teitero.

2. Anggota PPKI

Pada awalnya PPKI beranggotakan 21 orang yakni 12 orang dari Jawa, 3 orang dari Sumatra, 2 orang dari Sulawesi 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Nusa Tenggara dan 1 orang dari Maluku.

Susunan awal anggota PPKI adalah sebagai berikut :

  1. Ir. Soekarno (Ketua).
  2. Drs. Moh. Hatta (Wakil Ketua).
  3. Prof. Mr. Dr. Soepomo (Anggota).
  4. KRT Radjiman Wedyodiningrat (Anggota).
  5. R. P. Soeroso (Anggota).
  6. Soetardjo Kartohadikoesoemo (Anggota).
  7. Kiai Abdoel Wachid Hasjim (Anggota).
  8. Ki Bagus Hadikusumo (Anggota).
  9. Otto Iskandardinata (Anggota).
  10. Abdoel Kadir (Anggota).
  11. Pangeran Soerjohamidjojo (Anggota).
  12. Pangeran Poerbojo (Anggota).
  13. Dr. Mohammad Amir (Anggota).
  14. Mr. Abdul Maghfar (Anggota).
  15. Mr. Teuku Mohammad Hasan (Anggota).
  16. Dr. GSSJ Ratulangi (Anggota).
  17. Andi Pangerang (Anggota).
  18. A. H. Hamidan (Anggota).
  19. Goesti Ketoet Poedja (Anggota).
  20. Mr. Johannes Latuharhary (Anggota).
  21. Drs. Yap Tjwan Bing (Anggota).

Selanjutnya tanpa sepengetahuan Jepang, keanggotaan bertambah 6, yaitu :

  1. Achmad Soebardjo (Penasehat).
  2. Sajoeti Melik (Anggota).
  3. Ki Hadjar Dewantara (Anggota).
  4. R. A. A. Wiranatakoesoema (Anggota).
  5. Kasman Singodimedjo (Anggota).
  6. Iwa Koesoemasoemantri (Anggota).

Demikian sedikit pembahasan tentang Perbedaan BPUPKI dan PPKI pada artikel kali ini.

Jangan lupa untuk share artikel ini agar dapat dibaca banyak orang, hitung-hitung bisa menambah ilmu kita dan juga bisa saling berbagi pengalaman hidup kita, sampai jumpa di artikel berikutnya!!! seee yaaaaa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *