Tata Cara Pemupukan Jagung Beserta Penjelasannya

3 min read

Kebun Jagung

Hal ini adalah bagian dari budidaya jagung yang tepat. Jagung akan berumur rata-rata 100-110 hari tergantung varietasnya.

Dengan jarak umur yang tidak jauh berbeda, metode pemupukan yang diberikan memiliki pengaruh penting pada pertumbuhan dan hasil panen jagung.

Dengan pemupukan yang tepat, hasil panen yang didapatkan bisa meningkat hingga 0,5 – 1 ton/ ha. Pemupukan menjadi cukup penting karena ekosistem jagung pada saat ini adalah ekosistem buatan yang berbeda dengan ekosistem asli jagung.

Kenapa beda? Karena kebanyakan jagung dibudidayakan secara monokultur atau tumpang sari dengan komoditas tertentu-terbatas sehingga suplai nutrisi dari alam tidak terlalu mencukupi, sebab hara dari tumbuhan lain berkurang dan terjadi kompetisi antar tanaman.

Anggapan budidaya tanpa memperhatikan pemupukan sudah kadaluarsa. Budidaya secara intensif berarti perhatian kepada unsur hara sebagai makanan jagung juga semestinya sangat diperhatikan.

Lantas kapan jagung sebaiknya dipupuk? Jagung sebaiknya dipupuk pada masa sebelum tanam, umur 15 HST, dan 30 HST.

Dosis yang akan saya berikan pada artikel ini adalah dosis yang menggunakan pupuk bersubsidi. Banyak variasi metode yang lain, tapi metode ini dapat dijadikan panduan.

Pemupukan Jagung

Pemupukan Jagung
Source : Nyaribisnis.com

Jumlah permintaan pasar akan jagung manis semakin naik. Hal ini sejalan dengan perkembangan industri kuliner di dalam negeri yang banyak membutuhkan jagung manis sebagai bahan bakunya.

Untuk meningkatkan produksi, Anda perlu mengetahui teknik pemupukan jagung manis yang baik dan benar agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Ya, sebelum proses penanaman benih tanaman dimulai, kita perlu memerhatikan teknik pemupukannya terlebih dahulu. Beda tempat dan beda musim tanam, berbeda pula cara pemupukannya.

Misalnya, bagi Anda yang menanam jagung manis di sawah pada musim penghujan, perawatan yang perlu diberikan pada tanaman tersebut agak berbeda dengan jagung manis yang ditanam di tegalan pada musim kemarau.

Pada setiap satu kali siklus penanaman, tumbuhan jagung manis perlu diberikan pupuk sebanyak 3 kali.

  1. Pemupukan dasar pada saat penanaman benih.
  2. Pemupukan susulan tahap pertama ketika tanaman berumur 15 hari.
  3. Pemupukan susulan tahap kedua di waktu tumbuhan ini berusia 30 hari. Yuk, simak penjelasan selengkapnya.

Pemupukan dasar

Pada pemupukan dasar, dosis pupuk yang tepat untuk tanaman jagung manis terdiri dari 500 kg petroganik, 150 kg phonska, dan 75 kg urea untuk setiap hektare.

Pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditugali persis di samping benih dalam barisan tanaman dengan jarak sekitar 10β€”15 cm.

Tujuan dari pemupukan ini, yakni menyediakan unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan benih jagung manis.

Pemupukan susulan tahap pertama

Proses pemupukan susulan kali pertama ini dapat dikerjakan ketika umur tanaman jagung manis sudah mencapai 15 HST (Hari Setelah Tanam).

Adapun pupuk-pupuk yang digunakan antara lain 150 kg phonska dan 75 kg urea masing-masing per hektare.

Dengan memberikan kedua pupuk ini, diharapkan pertumbuhan tanaman jagung manis akan semakin subur.

Selain itu, tanaman jagung manis juga mempunyai daya tahan yang lebih kuat dari serangan hama dan penyakit.

Pemupukan susulan tahap kedua

Untuk pemupukan susulan tahap kedua, pekerjaannya dilaksanakan pada waktu tanaman jagung manis telah menginjak usia 30 HST (hari setelah tanam).

Proses ini mengandalkan beberapa pupuk yang berguna untuk mendukung pertumbuhan tanaman seperti urea sebanyak 150 kg per hektare.

Selain memberikan pupuk secara tepat, tanaman jagung manis juga perlu disiram secara berkala untuk menjaga kebutuhan air dan kelembapan udara.

Jangan sampai tanaman mengalami kekeringan akibat kondisi lahan yang terlalu tandus.

Proses penyiangan dapat dilakukan sebelum proses pemupukan susulan tahap pertama dan kedua dilaksanakan.

Sementara, proses pembubunan sebaiknya dikerjakan dalam waktu yang bersamaan dengan pemupukan susulan tahap kedua.

Jaga baik-baik tanaman jagung manis yang Anda budidayakan agar tidak terserang hama atau penyakit.

Jenis hama yang paling sering mengganggu tanaman jagung manis ialah penggerek batang. Hama ini bisa ditanggulangi menggunakan petrofur pada pcsuk tanaman umur 15 hari dengan dosis kurang lebih 10 kg/hektare.

Pemupukan jagung pioneer

Jagung Pioneer
Source : Pembenihanjagung.blogspot.com

Jagung hibrida pioneer merupakan jagung yang sudah melalui proses uji coba di Indonesia. Jagung hibrida merupakan salah satu jagung yang sudah dilakukan penelitian guna peningkatan produkivitas di pusat penelitian pioneer di Negara Thailand dan Philipina.

Berdasarkan hasil kegiatan penelitian tersebut, diperoleh jagung hibrida dengan varietasi yang memiliki ciri khas dengan tingkat produktivitas yang tinggi serta tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Hal ini adalah keunggulan yang di miliki oleh jagung hibrida. Tidak hanya itu, keistimewaan lainnya yaitu, jagung hibrida memiliki tongkol jagung yang kecil, namun biji jagung yang di hasilkan besar-besar.

Keunggulan lain pada perakaran yang kokoh dan daun yang tumbuh dapat dijadikan sebagai pakan ternak.

Adanya keunggulan seperti diatas, maka diharapkan masyarakat petani Desa Togubang ikut serta dalam penanaman jagung hibrida pioneer.

Langkah awal yang dilakukan yaitu, dengan cara mendatangkan salah satu tim pioneer yang sudah berpengalaman dalam bidang budidaya jagung hibrida pioneer.

Budidaya jagung yang benar diterapkan di Desa Togubang dengan cara membiasakan kebiasaan yang benar, bukan membenarkan kebiasaan yang salah.

Kebanyakan petani menanam jagung tidak menerapkan teknik budidaya yang benar. Sehingga, hasil produksi pun tidak maksimal. Bahkan, hasil panen hanya mencukupi untuk di konsumsi sendiri.

Dalam bercocok tanam jagung, petani hanya menebar benih jagung di lahan yang sudah diolah tanpa menggunakan jarak tanam yang benar serta kualitas benih yang digunakan untuk penanaman yang kurang baik sehingga pertumbuhan tanaman jagung yang ditanam tidak seragam.

Teknik budidaya jagung yang dilakukan dalam penyuluhan jagung hibrida pioneer yaitu :

  1. Penyiapan benih jagung dalam 1 Ha dibutuhkan sebanyak 17 kilogram benih jagung hibrida.
  2. Penyiapan lahan untuk penanaman dengan cara membajak lahan kemudian diratakan dengan cangkul.
  3. Penanaman benih jagung pioneer dilakukan dengan tugal sedalam 5 cm untuk 1 butir benih setiap lubangnya. Setelah itu, menutup lubang tanam dengan pupuk kandang sapi.
  4. Pemupukan dilakukan 3 kali yaitu pada saat penanaman awal, kemudian setelah tanaman jagung berumur 3 minggu, dan berumur 6 minggu. Adapun pupuk yang digunakan untuk penanaman awal yaitu pupuk ponska, setelah umur 3 minggu dan 6 minggu yaitu pupuk urea.
  5. Penyiangan dilakukan sebelum dan sesudah pemupukan. Setelah itu dilakukan pembumbunan supaya pupuk dapat terserap dan aliran air nantinya dapat berjalan dengan lancar.
  6. Pengairan dilakukan sebanyak 4 kali. Pertama ketika selesai penanaman. Setelah itu ketika tanaman jagung berumur 10 hari. Kemudian saat tanaman jagung berumur 25 hari, dan terakhir ketika tanaman jagung berumur 40 hari setelah tanam.
  7. Pengendalian hama dan penyakit.
  8. Panen dapat dilakukan setelah tanaman jagung berumur 95 sampai 110 hari.

Cukup sampai disini artikel tentang Pemupukan Jagung lengkap dengan penjelasannya. Semoga artikel kali ini dapat menambah sedikit ilmu kita dan bermanfaat bagi kita semua.

Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar biar saya makin semangat untuk update artikel-artikel terbaru dan juga cerita-cerita pengalaman saya.

Jangan lupa untuk share artikel ini agar dapat dibaca banyak orang, hitung-hitung bisa menambah ilmu kita dan juga bisa saling berbagi pengalaman hidup kita, sampai jumpa di artikel berikutnya!!! seee yaaaaa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *