Sejarah Pramuka Dunia dan Indonesia Lengkap

8 min read

Sejarah Pramuka di Dunia

Sejarah Pramuka, baik itu dunia maupun Indonesia, tidak akan bisa lepas dari seorang Bapak Pandu Sedunia, pendiri gerakan Pramuka, ialah Baden Powell.

Sejarah ini diawali ketika Pria yang bernama lengkap Lord Robert Baden Powell Gilwell ini melakukan perkemahanya yang pertama bersama 22 anak laki-laki pada tanggal 25 Juli 1907 di Pulau Brownsea, Inggris.

Perkemahannya dilakukan selama 8 hari, hal itu menjadi asas sejarah penting dari lahirnya sebuah gerakan Pramuka Dunia.

Karakter khas militer yang tertanam kuat pada dirinya, hal ini membuat Baden Powell dikenal sebagai seorang yang tegas, disiplin, dan terampil. Sifat-sifat yang memang menjadi karakteristik khas dari gerakan Pramuka.

Pada artikel kali ini akan membahas tentang sejarah berdirinya gerakan Pramuka.

Yang akan di bahas pada artikel kali ini ialah seputar sosok tokoh penting pendiri gerakan Pramuka, sejarah kepramukaan di dunia, dan juga sejarah Pramuka di Indonesia.

Baden Powell (Pendiri Pramuka)

Baden Powel (pendiri pramuka)
Source : Scouting.fandom.com

Membahas gerakan Pramuka di Indonesia dan dunia tanpa menyebut nama seorang Baden Powell tentu saja terasa kurang lengkap.

Selain sebagai pendiri gerakan kepramukaan sedunia, pengalaman Lord Baden Powellah yang mendasari pembinaan remaja di Inggris yang setelah itu berkembang dan diadaptasi sebagai sistem pendidikan kepramukaan di seluruh dunia.

Siapakah Baden Powell? Bapak Pandu atau Chief Scout of the World yang sering dipanggil Baden Powell dilahirkan di London, Inggris pada 22 Februari 1857, ketika lahir diberi nama Robert Stephenson Smyth Powell.

Ayahnya bernama Domine Baden Powell, ia adalah seorang profesor geometri di Universitas Oxford, ayahnya meninggal ketika Baden Powell masih kecil.

Karena sejak kecil Baden Powell ditinggal mati oleh ayahnya, beliau memperoleh pendidikan karakter dan berbagai macam keterampilan dari ibu dan saudara-saudaranya.

Peran ibu yang sangat penting bagi perkembangannya diakui sendiri oleh Baden Powell. Beliau pernah mengungkapkannya dengan kalimaat “Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya”.

Baden Powell kecil terkenal sebagai anak yang cerdas, gembira, dan lucu. Sifat ini membuat Baden Powell sangat disukai oleh teman-temannya.

Selain itu, Baden Powell juga dikenal terampil dalam memainkan alat musik piano dan biola, berenang, teater, berkemah, berlayar, menggambar, dan mengarang.

Beranjak dewasa, Baden Powell kemudian bergabung dengan militer Inggris. Banyak hal yang pernah dialami Baden Powell selama menjadi tentara.

Pengalaman-pengalaman tersebut beliau tulis dan dibukukan dengan judul Aids to Scouting pada tahun 1899. Buku ini berisi penjelasan panduan bagi tentara muda Inggris dalam melaksanakan tugas dilapangan.

Tak disangka, bukunya tersebut terjual laris di Inggris. Bahkan, buku ini juga banyak dibaca oleh para guru dan organisasi kepemudaan.

Melihatnya besarnya antusias pembaca buku Aids to Scouting, William Alexander Smith, seorang pendiri organisasi Pemuda di Inggris menyarankan kepadanya agar menulis ulang buku tersebut.

Baden Powell pun menyetujuinya. Buku itupun ditulis ulang Baden Powell, namun dengan berbagai revisi agar cocok dibaca oleh remaja-remaja yang bukan berasal dari ketentaraan.

Untuk menguji semua ide yang tertuang dalam buku barunya tersebut, pada tanggal Baden Powell melaksanakan sebuah acara perkemahan di Brownsea Island Inggris, bersama dengan 22 remaja lelaki yang memiliki latar belakang berbeda.

Perkemahan itu sendiri berlangsung selama 8 hari, yakni dimulai dari 25 Juli s/d 2 Agustus 1907. Sejak perkemahan inilah, Baden Powell semakin serius untuk mengembangkan gerakan kepanduan.

Bahkan, pada tahun 2010 beliau memutuskan untuk mengakhiri karirnya di dunia militer dengan pangkat terakhir Letnan Jendral agar bisa fokus pada pengembangan pendidikan kepramukaan.

Sebuah totalitas yang luarbiasa dipersembahkan Baden Powell demi majunya dunia Pramuka.

Tahun 1939, Baden Powell dan istrinya memutuskan pindah dan tinggal di Nyeri, Kenya. Bertepatan dengan itu, kondisi kesehatan Baden Powell mulai menurun. Beliau mulai sakit-sakitan.

Pada tanggal 8 Januari 1941, Baden Powell akhirnya meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Pendiri Pramuka itu tutup usia, beliau dimakamkan di pemakaman St. Peter, Nyeri Kenya.

Sejarah Pramuka di Dunia

Sejarah Pramuka di Dunia
Source : Berbagaireviews.com

Semenjak Baden Powell menulis pengalamannya di dalam buku Scouting for Boys pada tahun 1908, hal ini dianggap sebagai cikal bakal dari lahirnya gerakan Pramuka.

Buku itu sengaja dibuat oleh Baden Powell sebagai panduan dalam acara perkemahan yang telah dirintisnya.

Tidak hanya di Inggris, buku ini juga dikabarkan laris di negara-negara lain. Organisasi-organisasi Pramuka akhirnya bermunculan, namun pada mulanya hanya diperuntukkan untuk anak laki-laki saja dengan nama “Boys Scout”.

Dimulai pada tahun 1912, dibantu oleh adik perempuan sang pendiri pramuka ,yaitu Agnes, Baden Powell merintis sebuah organisasi Pramuka untuk perempuan yang diberi nama “Girl Guides”.

Tidak memerlukan waktu lama, sejak buku Scouting For Boys diterbitkan, Pramuka semakin terkenal di seluruh Inggris dan Irlandia.

Pada tahun 1910, negara Finlandia, Denmark, Argentina, Perancis, Jerman, Yunani, Meksiko, India, Belanda, Russia, Norwegia, Singapura, Amerika Serikat, dan Swedia tercatat sudah memiliki organisasi Pramuka.

Organisasi Pramuka rintisan Baden Powell terus berkembang. Pada tahun 1916, berdiri sebuah organisasi Pramuka yang dikhususkan untuk usia siaga yang bernama CUB (anak serigala).

Kelompok ini dilengkapi dengan buku panduan kegiatan dengan mengambil dari karya Rudyard Kipling yang memiliki judul The Jungle Book.

Buku tersebut bercerita tentang Mowgli seorang anak rimba yang dibesarkan oleh induk serigala di dalam hutan.

Baden Powell terus bergerak, pada tahun 1918 beliau mendirikan “Rover Scout”, kelompok yang dikhususkan untuk remaja berusia 17 tahun.

Tahun 1922, Baden Powell kembali menerbitkan buku yang berjudul Rovering to Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku tersebut mengisahkan tentang seorang pemuda yang harus mengayuh perahu sampan-nya menuju pantai bahagia.

Untuk pertama kalinya, Jambore Dunia dilaksanakan pada 30 Juli hingga 8 Agustus 1920 yang dilaksanakan di Olympia Hall, London. Dengan total 8000 orang anggota Pramuka dari 34 negara yang ikut serta dalam acara Jambore itu.

Pada moment itu pula, Baden Powell diangkat menjadi Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).

Di tahun yang sama, dibentuk pula Dewan Internasional organisasi Pramuka yang memiliki anggota berjumlah 9 orang. Kota London dipilih sebagai kantor kesektariatan Pramuka sedunia.

Meskipun kemudian tahun 1958 kantor ini dipindahkan ke Ottawa, Kanada. Pada akhirnya tahun 1968, sekretariat Pramuka sedunia dipindah lagi ke Geneva, Swiss.

Jambore Pramuka Sedunia

Sejak saat itu, acara Jambore Dunia terus diselenggarakan hingga kini. Jambore selanjutnya, yakni Jambore XXIV akan dilaksanakan di West Virginia, Amerika Serikat.

Berikut ini daftar lengkap Jambore Dunia yang pernah diselenggarakan :

Tahun Nama Kegiatan Tempat, Negara Tema Jumlah Peserta / Keterangan
1920 Jambore Dunia I Olympia, Kensington, London, Inggris 8.000
1924 Jambore Dunia II Ermelunden, Denmark 4.549
1929 Jambore Dunia III Birkenhead, Inggris Coming of Age 30.000
1933 Jambore Dunia IV Gödöllő, Hungaria 25.792
1937 Jambore Dunia V Vogelenzang, Bloemendaal, Belanda 28.750
1947 Jambore Dunia VI Moisson, Prancis Jamboree of Peace 24.152
1951 Jambore Dunia VII Bad Ischl, Austria Jamboree of Simplicity 12.884
1955 Jambore Dunia VIII Niagara-on-the-Lake, Kanada New Horizons 11.139
1957 Jambore Dunia IX Sutton Park, Inggris 50th Anniversary of Scouting 30.000
1959 Jambore Dunia X Los Baños, Laguna, Filipina Building Tomorrow Today 12.203
1963 Jambore Dunia XI Marathon, Greece Higher and Wider 14.000
1967 Jambore Dunia XII Farragut State Park, Amerika Serikat For Friendship 12.011
1971 Jambore Dunia XIII Fujinomiya, Jepang For Understanding 23.758
1975 Jambore Dunia XIV Lillehammer, Norwegia Five Fingers, One Hand 17.259
1979 Jambore Dunia XV Neyshâbûr, Iran Dibatalkan
1983 Jambore Dunia XV Calgary, Kanada The Spirit Lives On 14.752
1987-1988 Jambore Dunia XVI Sydney, Australia Bringing the World Together 14.434
1991 Jambore Dunia XVII Gunung Seorak, Korea Selatan Many Lands, One World 20.000
1995 Jambore Dunia XVIII Flevoland, Belanda Future is Now 28.960
1998-1999 Jambore Dunia XIX Picarquín, Chili Building Peace Together 31.000
2002-2003 Jambore Dunia XX Sattahip, Thailand Share our World, Share our Cultures 24.000
2007 Jambore Dunia XXI Hylands Park, Inggris One World, One Promise
Scouting Centenary
38.074
2011 Jambore Dunia XXII Rinkaby, Swedia Simply Scouting 40.061
2015 Jambore Dunia XXIII Kirarahama, Jepang A Spirit of Unity
2019 Jambore Dunia XXIV The Summit Bechtel Family National Scout Reserve, West Virginia, Amerika Serikat “Unlock a New World”

Sejarah Pramuka di Indonesia

Sejarah Pramuka di Indonesia
Source : Youtube

Sejarah Pramuka di Indonesia bisa dibilang unik, dikarenakan kemunculannya yang diwarnai dengan proses pasang surut dalam berorganisasi.

Sangat wajar karena masa-masa awal tumbuhnya gerakan Pramuka di Indonesia adalah pada saat Indonesia masih mengalami proses penjajahan.

Oleh karena itu, dalam pembahasan kita  kali ini mengenai sejarah gerakan Pramuka di Indonesia akan kita bagi menjadi tiga masa, yaitu :

  1. Gerakan pramuka pada masa penjajahan Belanda.
  2. Gerakan Pramuka pada masa penjajahan Jepang
  3. Gerakan Pramuka setelah Indonesia Merdeka.

Sejarah Pramuka Indonesia Masa Penjajahan Belanda

Ternyata, organisasi Pramuka Baden Powell sampai juga gaungnya ke Indonesia. Gerakan kepramukaan ini di bawa oleh Belanda ke Indonesia pada masa kolonial.

Didirikanlah oleh Belanda organisasi kepanduan pertama di Indonesia yang diberi nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).

Istilah Padvinders merujuk kepada istilah untuk organisasi Pramuka yang ada di negeri Belanda.

Organisasi kepanduan ini ternyata mendapat perhatian dari para pemimpin gerakan kemerdekaan.

Mereka melihat bahwa pendidikan dan pelatihan yang dikenal dalam gerakan kepanduan dapat digunakan untuk membentuk karakter manusia Indonesia. Para tokoh pergerakan tersebut sepakat untuk mendirikan organisasi serupa.

Mulailah bermunculan organisasi-organisai kepanduan yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh pergerakan, seperti :

  • SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery).
  • HW (Hisbul Wathon).
  • JPO (Javaanse Padvinders Organizatie).
  • NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery).
  • JJP (Jong Java Padvindery).

Ternyata, penggunaan istilah Padvindery yang digunakan dalam kelompok-kelompok tersebut mendapat larangan dari Belanda.

Namun, para tokoh nasional Indonesia tidak kehabisan akal. Oleh K.H Agus Salim, istilah Padvindery diganti dengan Pandu atau Kepanduan.

Setelah peristiwa Sumpah Pemuda, kesadaran nasional rakyat Indonesia semakin meningkat. Beberapa organisasi kepanduan meleburkan diri menjadi organisasi yang lebih besar.

Pada tahun 1930, organisasi PPS (Pandu Pemuda Sumatera), PK (Pandu Kesultanan), dan IPO bergabung menjadi satu membentuk KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia).

Tahun 1931, dibentuklah wadah baru bagi gerakan kepanduan Indonesia yang bernama PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia).

Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 1938, organisasi ini berubah nama menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia).

Sebagai upaya menggalang rasa persatuan dan kesatuan bangsa, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI berencana untuk melakukan kegiatan All Indonesia Jamboree.

Namun, sepertinya rencana tersebut tidak berjalan mulus. Beberapa perubahan harus dilakukan baik dalam hal waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan. Setelah melewati beberapa pertimbangan, kegiatan ini akhirnya dapat terlaksana juga.

Disepakati, nama kegiatan diganti dengan PERKINO (Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem) dan diselenggarakan mulai tanggal 29 s/d 23 Juli 1941 di Yogyakarta.

Perkemahan inilah yang menjadi cikal bakal pelaksanaan kegiatan Jambore seperti yang sering kita lihat sekarang ini.

Sejarah Pramuka Indonesia masa Penjajahan Jepang

Gerakan Pramuka Indonesia terus bertahan hingga masa penjajahan Jepang. Namun, gerakan kepanduan ini memiliki beberapa hambatan. Pada waktu Perang Dunia ke-2, tentara Jepang akhirnya melakukan penyerangan kepada Belanda.

Banyak tokoh Kepanduan di Indonesia yang direkrut Keibondan, PETA, dan Seinendan, organisasi yang oleh Jepang dan digunakan untuk mendukung tentara Jepang.

Tidak hanya itu, ternyata Jepang juga melarang tegaknya Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepanduan.

Jepang menganggap, bahwa organisasi ini berbahaya dikarenakan dapat meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan rakyat jajahan. Namun, upaya itu tidak menurunkan semangat tokoh-tokoh kepanduan Indonesia untuk menyelenggarakan PERKINO II.

Akhirnya, banyak dari pandu yang ikut serta dan saling tolong-menolong dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia untuk mengusir tentara Jepang.

Sejarah Pramuka Indonesia Zaman Kemerdekaan

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dibentuklah organisasi Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Kota Solo.

Organisasi ini ditetapkan sebagai satu-satunya wadah kepanduan tempat anggota kepanduan Indonesia bernaung.

Penetapan ini dikuatkan juga melalui keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Nomor 93/Bhg.A, tanggal 1 Februari 1947.

Namun, seiring berjalannya waktu, tahun 1950 banyak bermunculan organisasi-organisasi kepanduan yang pernah ada pada Perang Dunia ke-2.

Oleh sebab itu, Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan mengeluarkan Keputusan Nomor 23441/Kab, Tanggal 6 September 1951 yang memungkinkan berdirinya organisasi kepanduan lain selain dari Pandu Rakyat Indonesia.

Menginjak tahun 1961, telah ada sekitar 100 organisasi kepanduan Indonesia.

Organisasi tersebut tergabung dalam 3 federasi organisasi yaitu Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO), Persatuan Pandu Puteri Indonesia (POPPINDO), dan Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia (PKPI).

Namun, menyikapi kelemahan yang ada, maka ketiga federasi tersebut bergabung menjadi satu membentuk Persatuan Kepanduan Indonesia (PERKINDO).

Diakibatkan adanya kepentingan golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan tersebut disadari pula oleh pihak komunis yang ingin menjadikan Perkindo sebagai gerakan Pioner Muda seperti yang ada di negara komunis.

Namun, kentalnya semangat Pancasila dalam Perkindo membuat seluruh anggotanya menentang keras keinginan komunis tersebut.

Untuk menghalau kepentingan komunis itu, dikeluarkanlah Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang ditandatangani oleh Ir Juanda yang saat itu menjabat sebagai Pjs Presiden RI karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.

Lewat Keppres tersebut, pemerintah menetapkan gerakan Pramuka sebagai satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang mendapat izin untuk melaksanakan pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain yang mirip sifatnya dengan gerakan Pramuka dilarang keberadaannya.

Perkembangan Gerakan Pramuka Indonesia

Perkembangan gerakan Pramuka yang pesat sangat ditunjang oleh ketentuan dalam Anggaran Dasar gerakan Pramuka yang mengatur tentang metode pendidikan kepramukaan.

Ketentuan tersebut membawa banyak perubahan bagi gerakan Pramuka yakni menjadikan Pramuka lebih kuat secara organisasi dan cepat berkembang dari kota ke desa.

Adanya pengaturan yang jelas tentang sistem Majelis Pembimbing yang disiplin dijalankan di tiap tingkatan. Baik itu di tingkat nasional, maupun tingkat Gugus Depan.

Pada tanggal 14 Agustus 1961, secara resmi gerakan Pramuka diperkenalkan ke seluruh rakyat Indonesia.

Tidak hanya di Jakarta, namun juga ditempat penting seluruh Indonesia. Di Ibu Kota Jakarta, terdapat apel besar yang diikuti oleh 10.000 anggota Gerakan Pramuka yang dilanjutkan dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

Peristiwa perkenalan yang terjadi pada tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Pramuka yang setiap tahun diperingati oleh seluruh anggota Gerakan Pramuka se-Indonesia.

Jambore Nasional Indonesia

Jambore Nasional (Jamnas) adalah istilah disematkan pada Pertemuan Pramuka Penggalang se-Indonesia dengan bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas).

Jambore Nasional dilaksanakan setiap 5 tahun sekali dengan peserta yang berasal dari seluruh Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

Sampai saat ini, kegiatan Jambore Nasional telah 10 kali diadakan. Berikut ini adalah daftar lengkap Jambore Nasional yang pernah terlaksana:

No Tahun Jambore Tempat Tanggal Pelaksanaan
01 1973 Jambore Nasional ke-1 Situ Baru, Jakarta 1973
02 1977 Jambore Nasional ke-2 Sibolangit, Sumatera Utara 1-20 Juli 1977
03 1981 Jambore Nasional ke-3 Cibubur, Jakarta 18-25 Juni 1981
04 1986 Jambore Nasional ke-4 Cibubur, Jakarta 21-28 Juni 1986
05 1991 Jambore Nasional ke-5 Cibubur, Jakarta 15-22 Juni 1991
06 1996 Jambore Nasional ke-6 Cibubur, Jakarta 26 Juni-4 Juli 1996
07 2001 Jambore Nasional ke-7 Baturaden Jawa Tengah 3-12 Juli 2001
08 2006 Jambore Nasional ke-8 Jatinangor, Jawa Barat 26 Juni-4 Juli 2006
09 2011 Jambore Nasional ke-9 Danau teluk gelam Kab. Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan 2 Juli – 9 Juli 2011
10 2016 Jambore Nasional ke-10 Cibubur, Jakarta TBA

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *