Cara Menanam Daun Bawang

Cara Menanam Daun Bawang Hidropolik
Source : Wikihow.com

Daun bawang adalah jenis sayuran yang biasanya digunakan dalam berbagai macam masakan khas Indonesia, dari makanan pokok hingga cemilan, masakan biasa hingga masakan istimewa.

Kebanyakan makanan biasanya menggunakan daun bawang sebagai bumbu pelengkap untuk menambah cita rasa sebuah makanan.

Pada artikel kali ini akan saya bahas beberapa cara menanam daun bawang yang mudah dan praktis. Meskipun terlihat mudah, namun jarang sekali ada petani yang mau menanamnya.

Hal ini menjadi peluang besar bagi para pembaca jika ingin mencobanya, dikarenakan persaingan yang terbilang kecil namun potensinya yang terbilang cukup besar.

Berikut adalah beberapa cara menanam daun bawang, mulai dari proses awal yaitu mempersiapkan bibit, penanaman, perawatan, dan terakhir waktu panen.

Pada artikel ini ada 2 cara menanam daun bawang yang akan dibahas yaitu :

  • Melalui media pot.
  • Melalui media hidroponik.

Metode Menanam Melalui Media Pot atau Polybag

Daun Bawang di Dalam Pot dan Polybag
Source : Erwinhauw.blogspot.com

Cara menanam daun bawang dalam pot atau polybag tidak jauh berbeda dengan budidaya di lahan terbuka. Jenis benih yang ditanam dan pupuk yang diperlukan tergolong sama. Hanya saja media tanamnya berbeda sehingga dibutuhkan perlakuan khusus.

Daun Bawang (Allium fistulosum) merupakan jenis sayuran yang sering dijadikan bumbu atau bahan penyedap masakan. Bentuk daunnya bulat panjang, berongga seperti pipa. Ujungnya meruncing sedangkan pangkalnya padat berwarna putih. Pada jenis yang lain seperti Allium porum bentuk daunnya pipih seperti pita.

Daerah paling ideal untuk menanam Daun bawang adalah dataran tinggi dengan rentang ketinggian 900-1700 meter dpl. Suhu pertumbuhan ideal berkisar 19-24oC dengan kelembaban 80-90%. Sementara itu, daun bawang masih bisa tumbuh di dataran rendah yang bersuhu panas.

Pada kesempatan kali ini alamtani akan mengulas cara menanam daun bawang dengan media tanam yang diletakkan dalam pot atau polybag. Hal-hal pokok yang dibahas antara lain, cara membenihkan, membuat media tanam, teknis budidaya dan perawatan hariannya.

Menyiapkan Benih

Benih Daun Bawang
Source : Tanamanbawangmerah.blogspot.com

Seperti telah disinggung sebelumnya, terdapat dua jenis daun bawang yakni Allium fistulosum atau daun bawang bakung dan Allium porum daun bawang prei.

Daun bawang bisa diperbanyak secara generatif maupun vegetatif. Perbanyakan generatif adalah perbanyakan bibit tanaman melalui biji atau benih. Sedangkan perbanyakan vegetatif adalah perbanyakan tanaman dengan cara memecah anakan dari rumpun utama.

Perbanyakan benih secara generatif didapatkan dengan menyemai biji atau benih terlebih dahulu. Sebelum benih disemai siapkan media penyemaian terlebih dahulu. Adapun cara penyemaiannya adalah sebagai berikut:

  • Bila tempat persemaian berupa bedengan tebarkan benih daun bawang dalam alur yang telah dibuat sedalam 1 cm. Jarak antar alur 10 cm.
  • Bila tempat persemaian berupa tray semai atau polybag, letakan benih daun bawang dalam setiap wadah 1-2 biji. Tanam sedamal 10 cm.
  • Tutup tempat persemaian dengan karung goni yang dibasahi atau daun pisang. Setelah benih berkecambah, buka penutupnya.
  • Lakukan penyiraman setiap hari, pagi dan sore hari. Berikan pupuk urea, ZA atau pupuk cair organik. Pemberian pupuk urea dan ZA lebih baik dilarutkan dalam air terlebih dahulu. Kemudian siramkan pada media semai. Bila menggunakan pupuk organik cair, encerkan terlebih dahulu sebelum disiramkan.
  • Bibit daun bawang yang telah berumur 2 bulan atau tingginya mencapai 10-15 cm, sudah siap dipindahkan ke tempat pembesaran.

kebanyakan benih vegetatif bisa diambil pada tanaman daun bawang yang telah berumur lebih dari 2,5 bulan. Ciri-ciri tanaman yang akan diambil harus memiliki rumpun yang banyak, terlihat segar, tidak terserang hama dan penyakit. Cara menyepihnya adalah sebagai berikut:

  • Bongkar rumpun tanaman daun bawang dengan akar-akarnya. Cara membongkar jangan dicabut, melainkan digali dengan tangan.
  • Bersihkan dengan tangan tanah yang menempel disekitar akar. Buang daun dan akar yang terlihat layu atau tua.
  • Pecah-pecah rumpun tanaman tersebut menjadi beberapa bibit tanaman atau anakan. Setiap anakan sebaiknya terdiri dari 1-3 batang.
  • Papas daun bagian atas untuk mengurangi penguapan. Pemapasan dilakukan kira-kira sepertiga bagian dari atas. Pemapasan juga akan merangsang tumbuhnya tunas baru.
  • Bibit daun bawang yang telah disiapkan bisa langsung ditanam. Bila bibit tersebut tidak langsung ditanam, sebaiknya lama penyimpanan tidak lebih dari 5-7 hari dengan penyimpanan di tempat teduh dan lembab.

Menyiapkan Media Tanam

Cara Menanam Daun Bawang Dalam Polybag
Source : Youtube.com

Media tanam pot atau polybag untuk menanam daun bawang sama dengan menanam jenis sayuran lainnya. Pada dasarnya media tanam tersebut harus bersifat poros, subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik. Tingkat keasaman tanah yang digunakan untuk menanam daun bawang antara pH 6,5-7,5.

Media tanam pot atau polybag terdiri dari tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1, atau tanah dan pupu kandang dengan perbandingan 2:1. Untuk mengetahui lebih detail silahkan baca kembali artikel tentang cara membuat media tanam sayuran.

Aduk media tanam yang dipilih hingga merata, kemudian masukkan ke dalam pot atau polybag yang telah dipersiapkan. Padatkan media tanam dengan tangan, jangan diinjak karena akan mengakibatkan media tanam terlalu padat. Untuk polybag bisa menggunakan ukuran 0.08 x 30/15 x 30, sedangkan untuk pot kira-kira seukuran kaleng cat 5 kg.

Cara Menanam Daun Bawang

Cara Menanam Daun Bawang di Dalam Pot
Source : Faunadanflora.com

Untuk cara menanam daun bawang secara organik, bibit langsung ditanam. Sedangkan untuk cara non-organik bibit bisa direndam dahulu dalam larutan fungisida sebelum ditanam. Perendaman dilakukan pada volume rendah, 30-50% dari volume yang dianjurkan selama 10-15 menit. Fungsinya untuk menghindari serangan jamur pada akar.

Buat lubang tanam pada pot atau polybag yang telah disiapkan. Dalam lubang tanam sekitar 10 cm. Masukan bibit tanaman, satu wadah untuk satu tanaman. Posisi tanaman tegak berdiri. Kemudian tutup dengan media tanam hingga kuat mencengkeram. Siram bibit pada wadah tersebut agar tetap lembab.

Waktu yang tepat untuk penanaman pada pagi dan sore hari. Saat matahari tidak terlalu terik agar suhu udara dan laju respirasi tidak terlalu tinggi. Letakkan pot atau polybag pada tempat yang terdapat banyak sinar matahari.

Penyiraman dan Pemupukan

Penyiraman Daun Bawang
Source : Kalbar.litbang.pertanian.go.id

Penyiraman pada awal pertumbuhan sebaiknya dilakukan setiap hari. Dalam tanaman hendaknya tanah atau media tanam jangan terlalu basah atau becek, air tergenang, karena bisa menyebabkan busuk akar.

Selanjutnya, penyiraman bisa dilakukan setiap 2-3 hari sekali, atau tergantung kondisi cuaca dan keadaaan media tanam. Waktu penyiraman yang paling baik, pagi sebelum jam 9.00 atau sore hari setelah pukul 17.00.

Untuk cara menanam daun bawang organik, berikan pupuk komposatau pupuk kandang pada hari minggu ke-4 sebanyak satu kepalan tangan untuk setiap wadah dan diulang pada minggu ke-8. Pupuk ditabur di sekitar pangkal batang tanaman.

Sedangkan untuk cara menanam daun bawang non-organik, bisa diberikan pupuk urea atau ZA pada minggu ke-3 dan minggu ke-6. Jumlah pupuk sekitar 5 gram per wadah. Pemberian pupuk sebaiknya dilarutkan dalam air, kemudian disiramkan pada media tanaman.

Bisa juga dengan menambahkan pupuk daun atau pupuk organik cair apabila dibutuhkan. Pemberian pupuk disemprotkan pada daun secara merata atau dikocorkan ke tanah. Aplikasi pupuk bisa diberikan mulai hari ke-10 dan diulang setiap 10 hari hingga 3-4 kali.

Pemanenan

Daun bawang dapat dipanen setelah berumur 2,5 bulan semenjak bibit ditanam, 5 bulan saat biji mulai disemai. Ciri-ciri daun bawang ketika siap panen adalah jumlah rumpunnya mulai banyak dan sebagian daunnya sudah ada yang menguning. Panen sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari.

Namun untuk keperluan harian tidak perlu menunggu hingga tanaman daun bawang siap panen. Tanaman yang telah berumpun banyak bisa diambil sebagian pada waktu yang diinginkan. Dan sisanya dibiarkan tumbuh.

Di lahan terbuka, produktivitas daun bawang bisa menghasilkan hingga 10-40 ton/hektar. Produktivitas ini tergantung pada kualitas benih, teknis budidaya dan kecocokan geografis.

Metode Menanam Melalui Media hidroponik

Cara Menanam Daun Bawang Hidropolik
Source : Belajarberkebun.com

Seperti yang kita ketahui bahwa metode menanam secara hidroponik ialah teknik menanam tanaman menggunakan media tanam selain tanah asli. Teknik ini tergolong teknik menanam modern yang dikembangkan untuk daerah-daerah yang minim lahan  tanah kosong untuk pertanian. Dan terbukti bahwa metode ini memang efisien untuk menanam dalam skal kecil.

Cara bertanam secara hidroponik banyak dilakukan untuk tumbuhan sayuran maupun tumbuhan bunga seperti cara menanam cabe hidroponik, cara menanam selada hidroponik dan cara menanam sawi hijau hidroponik. Ada beberapa kelebihan pada teknik bertanam secara hidroponik ini diantaranya :

  • Efisien lahan.
  • Perawatan yang praktis.
  • Bisa dijadikan hiasan sebagaimana menanam dalam pot.
  • Bisa dijadikan bisnis yang menguntungkan di wilayah perkotaan.
  • Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah.

Bawang biasanya ditanam untuk diambil umbinya, namun tak jarang juga untuk diambil daunnya. Buktinya adalah banyaknya daun bawang yang dijadikan penyedapan masakan. Kita bisa menjumpainya banyak dijual di penjual sayuran. Itu artinya daun bawnag juga memiliki nialai ekonomis yang cukup menggiurkan.

Maka dari itu jika para pembaca tertarik ingin mencoba membudidayakan daun bawang, pada artikel kali ini akan membahas cara menanam daun bawang. Metode cara menanam daun bawang hidroponik ini tujuan utamanya adalah untuk dijadikan sebagai tanaman hiasan ruangan bukan untuk dipanen umbinya atau pun daunnya.

Cara menanam daun bawang hidroponik saat ini mulai banyak diterapkan karena tanaman ini digemari sebagai tanaman  penghias ruangan. Maka dari itu, kali ini kami akan mengulaskan cara menanam daun bawang hidroponik. Berikut adalah langkah-langkahnya :

Pembuatan Media Hidroponik

Karena daun bawang akan ditanam secara hidroponik, maka tentunya kita tidak menggunakan tanah. Sebagai gantinya kita bisa memilih beberapa media lain yang hendak digunakan diantaranya sekam, pasir, serbuk kayu, mineral, dan air.

Pada tanaman hias daun bawang, maka yang paling bagus ialah media air, agar bisa memberikan kontras warna yang menarik saat diletakkan dalam ruangan. Langkah pebutan media tanam hidroponiknya adalah seagai berikut

Bahan :

  • Gelas Kaca bening
  • Air jernih
  • Kerikil
  • Pasir

Cara Pembuatan :

  • Cuci bersih pasir dan kerikil terlebih dahulu .
  • Isi gelas dengan air hingga setengahnya
  • Masukkan kerikil terlebih dahulu kemudian baru pasir kira-kira hingga 1/8 gelas tersebut
  • Diamkan dahulu hingga air kembali jernih. Letakkan batu apung yang akan menjernihkan warna air

Sebenarnya sebagai wadahnya bisa juga memafaatkan bekas botol air mineral. Namun karena tujuan estetika sebagai tanaman hias, maka sebaiknya dipilih wadah berbahan kaca bening yang akan mampu memberikan kilauan cahaya ketika terpapar sinar matahari. Agar bisa menampung lebih banyak bibit daun bawang maka manfaatkan toples kaca juga selain gelas kaca.

 

Menyiapkan Bibit Daun Bawang

Untuk mendapatkan bibit daun bawangnya, tidak perlu mencarinya ditoko pertanian karena bisa dengan mudah mendapatkannya di penjual sayur. Biasanya daun bawang dijual masih dengan akarnya sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bibit.

Pilihlah daun bawang yang akarnya terlihat masih utuh lalu segera disiram air agar menjaga kesegarannya. Ingat untuk hanya memilih daun bawang yang masih ada akarnya karena akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk tumbuh daripada bibit daun bawang yang sudah tidak ada akarnya.

Daun bawang yang telah dipilih lalu dipotong bagian atasnya dan disamakan panjangnya kurang lebih 12-15 cm. Setelah itu kumpulkan beberapa daun menjadi satu agar diameternya mendekati diameter gelas media tanam. Untuk sementara anda bisa mengikat daun-daun tadi menggunakan karet gelang terlebih dahulu baru nanti bsa dimasukkan kedalam wadah gelas.

Memberi Nutrisi Dalam Media Air

Agar tanaman daun bawang nantinya tetap subur meski ditanam dalam air, tentu kita juga harus memberikan asupan nutrisi yang cukup didalam air tersebut agar bisa diserap tanaman. Nah untuk memberikan nutrisi dalam air, tentu kita harus memilih jenis pupuk yang tidak akan mengotori air tersebut.

Yang kita pilih ialah pupuk organik cair yang banyak dijual ditoko pertanian karena lebih praktis, mudah larut serta tidak menyebabkan warna menjadi keruh. Selain itu kita juga akan menggunakan ZPT Auxin untuk meragsang pertumbuhan akarnya sehingga tanaman cepat berkembang setelah dilatekkan didalam media hidroponik. Langkah-langkah pemberian nutrisinya ialah sebagai berikut :

  • Siapkan pupuk organik cair dan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) Auxin
  • Untuk 1 gelas media tanam maka erikan sekitar 1 cc ZPT Auxin (1 tetes) dan 2-5 cc pupuk organik cair
  • Aduk secara perlahan agar pasir dibawah tidak menyebar

Perlu diingat untuk tidak menambahkan pupuk kimia ataupun bahan kimia lain kedalam media air agar tidak mempengaruhi rasa dan warna asli daun bawang. Kini bibit daun bawang siap dipindah kedalam media tersebut.

Penanaman Bibit Daun Bawang

Cara menanam daun bawang hidroponik ini tidaklah sulit. Setelah media tanamnya sudah siap, kini kita tinggal memasukkan bibitnya kedalam gelas air tersebut.

Pastikan bahwa air tidak meluap dari gelas. bagian yang terendam air ialah hanya bagian akar saja tidak melebihi bagian pangkal putihnya.

Setelah dimasukkan kewadah lalu pindahkan gelas tersebut ke tempat yang terkena cahaya matahari langsung. Untuk hal ini bisa diletakkan didekat jendela.

Penyinaran Tanaman

Setiap tanaman membutuhkan cahaya untuk melakukan fotosintesis. Tidak seperti cara menanam bawang merah atau cara menanam bawang putih di lahan bebas yang otomatis akan terpapar cahaya matahari penuh. Jika cara yang dilakukan adalah menanam daun bawang hidroponik secara masal, maka tanaman tersebut harus diletakkan di rumah kaca.

Namun jika hanya ditanam dalam skala kecil untuk hiasan indoor, maka bisa juga diletakkan didekat jendela kaca. Selain itu sesekali bisa juga mengeluarkannya dipagi atau sore hari untuk mendapatkan cahaya lebih lama.

Agar lebih praktis, gunakanlah lampu fotosintesis yang bisa membantu proses fotosintesis tanaman diruang tertutup sebagai alternatif pengganti cahaya matahari.

Pemupukan Susulan

Untuk pemupukan susulan masih menggunakan pupuk organik cair. Sekitar 7-10 hari sekali maka pemberian pupuk organik cair harus diulang untuk menjaga nutrisi dalam media air. ZPT hanya perlu diulang sebulan sekali saja. Untuk kadar pupuk organik cairnya, bisa juga dengan menambahkan sekitar 1 cc tiap kelipatan dua minggu dimana daun tanaman telah tumbuh semakin besar.

Pemangkasan Daun

Karena daun bawang ditanam secara indoor untuk tujuan hiasan, maka pemangkasan daun diperlukan untuk menjaga tampilannya. Anda bisa memangkas bagian daun yang kering atau tidak merata sehingga bisa menjadi rata. Untuk pemangkasan perataan ini bisa anda lakukan 1-2 bulan sekali.

Penanggulangan  Hama dan Penyakit

Nah, salah satu keunggulan cara menanam daun bawang hidroponik ialah lebih kecil kemungkinan untuk diserang hama penyakit karena penempatan media tanamnya terpisah dari lingkungan luar dan tidak terpengarruh secara angsung oleh cuaca diluar ruangan. Hal ini akan mencegah serangan berbagai hama serangga seperti ulat dan bakteri serta jamur patogen.

Namun jika ditemukan gejala serangan jamur atau bakteri, maka anda bisa membubuhkan sedikit bakterisida pada air atau anda bisa mengganti bibitnya dengan bibit yang baru dan memulai lagi prosesnya dari awal.

Memindah Atau Mengurangi Sebagian Tanaman Dalam Gelas Media Hidroponik

Seiring waktu tentu tanaman akan bertambah besar ukurannya. Tidak seperti cara menanam semangkadi lahan bebas yang tidak akan menjadi sesak, karena cara menanam daun bawang hidroponik ini menggunakan wadah gelas maka otomatis ini akan membuat wadah menjadi sesak seiring bertambahnya ukuran tanaman.

Untuk mengatasinya, anda bisa memindahkan sebagian isinya ke wadah lain atau memanfaatnya untuk dimasak. Ini akan memberikan ruang bagi sisa tanaman dalam gelas untuk berkembang lagi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *