Jodoh Cerminan Diri

Menginjak usia dewasa, pembahasan tentang jodoh jadi suatu hal yang wajib di bahas pada setiap perbincangan.

Bukan lagi yang bisa diajak nonton dan makan saja, Namun lebih dari itu, seseorang yang bisa bersanding sampai pelaminan dan kelak menemain hingga akhir hayat.

Permasalahnya, tiap orang punya sederet kriteria untuk pencarian jodohnya. Memang sudah menjadi hal yang seharusnya tiap orang berharap mendapat jodoh yang terbaik.

Di samping itu, beberapa orang kerap melontarkan sebuah kalimat bahwa jodoh adalah cerminan diri sendiri, benarkah begitu?

Di usia 20-an, bahasan tentang jodoh menjadi hal wajib dalam setiap perbincangan. Prinsipmu tentang jodoh juga bukan lagi sekadar gandengan untuk diajak jalan dan makan saja.

Lebih dari itu, kata jodoh yang terlintas dalam benakmu kini adalah sepaket dengan pernikahan.

Seseorang yang bisa bersanding sampai ke Pelaminan dan kelak bisa menemanimu sampai tua. Karenanya untuk urusan memilih pasangan, kamu pastinya jadi lebih berhati-hati.

Tiap orang juga biasanya punya sederet kriteria yang digunakan untuk menyeleksi kandidat dalam perjuangan pencarian jodoh.

Memang sudah menjadi sesuatu yang lumrah semua orang berharap agar mendapatkan jodoh yang terbaik.

Meski orang itu beragam-ragam perawakan, status, maupun nasibnya, kriteria jodoh ideal tampaknya tak pernah jauh-jauh dari gambaran muluk-muluk mirip pangeran negeri dongeng yang datang menunggangi kuda putih.

Bahayanya kalau cuma mengejar jodoh yang sebenarnya hanya ada di negeri awan, kamu bisa tersesat di dunia nyata. Apalagi kalau usahamu hanyalah sebatas harapan tanpa usaha sedikitpun.

Jodoh itu cerminan diri sendiri, jangan hanya berharap dapat yang terbaik kalau kamu belum berhasil jadi versi terbaikmu.

Jangan Terlalu Banyak Berharap Tapi Banyaklah Bertindak

Talk Less Do More
Source Bukalapak.com

Mungkin banyak dari perempuan di dunia ini yang sudah terlanjur terbius oleh kisah Cinderella yang dinikahi oleh pangeran tampan.

Sehingga sukar untuk menjadi realistis dalam hal ini. Inginmu, jodoh adalah seseorang yang menjadi kebalikan dari sifat burukmu, dia yang lebih rajin, pintar, rapi, good looking, pokoknya yang lebih baik segala-galanya dari dirimu.

Itu hanya akan menjadi mimpi jika kamu tak pernah bertekad kuat memantaskan diri. Jika benar ingin diasndingkan dengan jodoh yang good looking dan mapan, maka perbaikilah penampilanmu jadi lebih rapi dan nyaman dipandang.

Pun dalam hal pekerjaan, kuatkan tekadmu untuk jadi pribadi yang lebih sukses lagi dalam hal karier.

Berbenah Diri

Berbenah Diri
Source : Pixabay.com

Akan menjadi percuma manakala kamu berupaya keras memperbaiki penampilan, tapi tanpa sadar masih menyepelekan orang lain.

Jangan heran jika orang yang datang menghampiri adalah dia yang prilakunya masih belum dewasa. Karena itu berbenah diri tidak hanya dari penampilan saja, tapi juga tentang bagaimana kamu memperlakukan orang lain.

Juga berusaha menjadi pribadi yang lebih bisa mengendalikan emosi dan lebih bijak dalam menghadapi perbedaan sudut pandang dalam sebuah diskusi.

Jadilah Orang yang Pantas

Jadilah Orang yang Pantas
Source : Youtube.com

Terkadang kita sesumbar dengan melangkahi takdir. Yakni begitu meyakini bahwa jodoh kita adalah dia yang levelnya tingkat dewa.

Dia yang mapan dan berpendidikan. Boleh saja bermimpi demikian, tapi jangan sampai lupa untuk menakar kualitas dirimu saat ini.

Sudahkah kamu sukses di bidang akademis? Bagaimana karirmu saat ini?

Logikanya sederhana saja, bagaimana kamu bisa mendapat jodoh yang mapan kalau kamu saja tidak berada di lingkungan yang sama dengannya? Contoh nyatanya adalah kisah Kate Middleton yang dijuluki sebagai Cinderella masa kini.

Padahal nyatanya tak demikian. Kate memang bukan lahir dari kalangan bangsawan, tapi orangtuanya mapan dan dia menuntut ilmu di tempat yang sama dengan Pangeran William. Jadi, peluang mereka untuk berjodoh cukup besar.

Jadilah Diri Sendiri

Jadilah Diri Sendiri
Source : Pixabay.com

Bukan berarti yang tadinya humoris, harus berhenti melucu hanya karena ingin agar jodoh yang didapatkan nantinya berwibawa. Itu sama saja menipu diri sendiri.

Berbenah diri dari sifat burukmu yang jelas-jelas kamu juga tak inginkan ada dalam pribadi jodohmu kelak. Misalnya, kamu yang masih sering mengeluh saat menghadapi masalah, baiknya belajar untuk jadi pribadi yang lebih bijak dalam menghadapi masalah.

Kenapa? Karena kalau kamu juga tak mau punya jodoh yang tukang pengeluh, dirimu sendiri juga tak pantas terus mengeluh. Pertahankan saja sisi humoris dalam dirimu, tapi buang sifatmu yang mudah mengeluh. Setuju nggak nih, gaess?

Jodoh Saling Melengkapi

Jodoh Saling Melengkapi
Source : Pixabay.com

Bodo amat, gue mah emang kek gini dari dulu, pemalas.

Ya, biarin aja. Toh, gue bakal dapet jodoh yang rajin. ‘Kan jodoh suka berkebalikan’.

Jangan sampai salah mengira seperti itu, jodoh memang ada untuk melengkapimu. Tapi, tidak semestinya menghentikan langkahmu untuk berupaya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Akan menjadi hal yang cukup tabu ketika kamu berkeinginan memiliki jodoh dengan seseorang yang good looking, tetapi kamunya sendiri memiliki penampilan yang acak-acakan atau kata orang jawa semrawut.

Bermimpi memiliki jodoh yang memperhatikan kebersihan, tapi kamu sendiri masih malas bersih-bersih. Senang dengan cowok yang hobi masak, tapi kamu sendiri nggak pernah berkutat dengan peralatan dapur.

Nah, karenanya mulai sekarang cobalah untuk menyejajarkan diri di garis yang sama sosok  yang kamu impikan. Ingin berjodoh dengan seseorang yang cerdas, maka hal yang paling penting ialah jangan malas untuk menambah wawasanmu.

Hasil Tidak Berbohong

Hasil tidak Berbohong
Source : Piaxabay.com

Berbenah diri sudah, menyejajarkan diri dengannya sudah, berupaya berada di lingkungan yang sama dengannya, pun sudah.

Kini saatnya kamu mendekatkan diri dengan Sang Pencipta agar segera didekatkan dengan dia yang sosoknya kamu idamkan. Berdoalah agar Tuhan segera menakdirkanmu berjodoh dengannya.

Hidup tak seindah drama Korea dan kisah Cinderella, di mana prince charming-mu akan datang menghampiri.

Sebaliknya, kamu perlu berupaya keras untuk berbenah diri menjadi pribadi yang sejajar dengan dia yang sosoknya kamu dambakan.

Cukup sampai disini artikel penjelasan mengenai jodoh adalah cerminan diri. Semoga artikel kali ini dapat menambah sedikit ilmu kita dan bermanfaat bagi para pembaca.

Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar biar saya makin semangat untuk update artikel-artikel terbaru dan juga cerita-cerita pengalaman saya.

Jangan lupa untuk share artikel ini agar dapat dibaca banyak orang, hitung-hitung bisa menambah ilmu kita dan juga bisa saling berbagi pengalaman hidup kita, sampai jumpa di artikel berikutnya!!! seee yaaaaa.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *